Rabu, 10 Juni 2015

usus halus

A.    PENGERTIAN USUS HALUS
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar dan merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaasn yang paling panjang. Usus halus memiliki lipatan-lipatan yang pada permukaannya terdapat banyak jonjot usus atau vili. Panjang usus halus sekitar 6-8 m dengan diameter 25mm.

B.    BAGIAN-BAGIAN USUS HALUS
Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu:
·         Usus dua belas jari (duodenum)
Merupakan bagian usus halus yang berbatasan dengna lambung.terjadi proses pemecahan lemak dan karbohidrat. Pada bagian usus dua belas jari bermuara ssaluran getah pangkreas dan saluran empedu.
Pangkreas menghasilkan getah pangkreas yang menghasilkan enzim sebagai berikut:
1.       Amylase, zat yang mengandung zat tepung(amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa)
2.       Lipase, enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan griserol
3.       Tripsinogen, enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino.
·         Usus kosong (jejunum)
Makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan oleh dinding usus.
Enzim yang dihasilkan adalah, sebagai berikut:
1.       Enterokinase,berfungsi mengakitifkan tripsinogen yang dihasilkan oleh pangkreas,
2.       Lactase, berfungsi mengubah laktosamenjadi glukosa,
3.       Eropsin atau dipeptidase, berfungsi mengubah dipeptidaatau pepton menjadi asam amino
4.       Maltase, mengubah maltose menjadi glukosa
5.       Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida
6.       Peptisida, mengubah polipeptida menjadi asam amino
7.       Sukrase, mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fraktosa
8.       Lipase, mengubah trigliserida menjadi griserol dan asam lemak

·         Usus penyerapan (ileum)
Merupakan bagian dari usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyerapanh zat-zat makanan. Ileum memiliki struktur yang berlipat-lipat dan pada daerah permukaannya terdapat jonjot usus yang berguna memperluas daerah penyerapan

usus-halus.jpg


C.     MACAM-MACAM PENYAKIT PADA USUS HALUS
·         Celiac Disease, Yaitu suatu kondisi usus halus yang tidak mampu mencerna kandungan gluten yang ada di dalam makanan seperti di dalam tepung gandum. Beberapa penyakit yang digolongkan ke dalam celiac disease:
1.      Lactose intolerance, yaitu ketidak mapuan usus halus untuk mencerna laktosa
2.      Sindrom usus pendek, ini terjadi sebagai akibat tindakan operasi pemotongan usus halus karena usus halus menderita penyakit tertentu. Sindrom ini dapat menyebabkan orang kehilangan berat badan, diare, kembung, dan kelelahan. Akibat-akibat ini terjadi karena tubuh tidak dapat menyerap nutrisi seperti lemak, karbohidrat, elektrolit, vitamin,dan mineral.
3.      Infeksi usus halus karena mikro organisme
4.      Whipple’s Disease, yaitu penyakit sistemik pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Tropheryma whippelii, yangmenyebabkan gangguan penyerapan makanan pada usus halus, dan juga mempengaruhi persendian, sistem syaraf pusat, dan sistem kardiovaskular.
5.      Sindrom pertumbuhan bakteri yang terlalu banyak.
·         Penyumbatan saluran usus halus, yang tergolong penyakit ini adalah:

1.      Diverticulosis usus halus, atau munculnya kantung-kantung yang menonjol keluar di dinding usus halus. Kantung-kantung ini menyebabkan penumpukan makanan sehingga menghambat kelancaran pemrosesan makanan di dalam usus halus
2.       Mesenteric Ischemia, yaitu radang dan luka pada usus halus yang terjadi karena kekurangan pasokan darah ke dalam usus halus
3.      Tumor jinak,
4.      Kanker,

D.    FUNGSI USUS HALUS
·         Fungsi Pergerakan, yaitu: gerakan segmentasi dan gerakan peristaltic
Pergerakan usus halus berfungsi agar proses digesti dan absorbsi bahan-bahan makanan dapat berlangsung secara maksimal. Pergerakan pada usus halus terdiri dari:
1.      Pergerakan Segmentasi atau mencampur (mixing)
2.      Pergerakan Peristaltik atau Propulsif.
·         Fungsi Sekresi
Usus menghasilkan mucus dan liur pencernaan yang berfungsi untuk melindungi duodenum dari asam lambung. Mukus yang dihasilkan oleh kelenjar mucus – kelenjar Brunner’s – yang berlokasi antara pylorus dan papilla vater, dimana liur pangkreas dan empedu masuk ke duodenum. Kelenjar ini menghasilakn mucus akibat adanya rangsangan saraf vagus serta hormone sekretin, saraf simpatis menghambat sekresi mucus.
·         Digesti
Pencernaan di dalam lumen usus halus dilaksanakan oleh enzim-enzim pankreas dan sekresi empedu. Enzim pankreas meyebabkan lemak direduksi menjadi satuan-satuan monogliserida dan asam lemak bebas yang dapat diserap
·         Absorbsi

Semua produk pencernaan karbohidrat, protein dan lemak serta sebagian besar elektrolit, vitamin dan air dalam keadaan normal diserap oleh usus halus. Sebagian besar penyerapan berlangsung di duodenum dan jejenum, dan sangat sedikit yang berlangsung di ilieum. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar